Salah satu kegiatan utama perpustakaan adalah peminjaman buku dan materi lainnya. Kegiatan peminjaman ini sering dikenal dengan nama sirkulasi artinya perputaran buku melalui peminjaman dan pengembalian buku. Pada bagian sirkulasi, khususnya pada meja sirkulasi, sering kali dianggap sebagai ujung tombak jasa perpustakaan, karena pada bagian inilah pelayanan perpustakaan berhadapan dengan pelanggan/peminjam buku. Dengan demikian, kinerja dari staf sirkulasi sangat berpengaruh terhadap citra perpustakaan.
Tugas umum bagian sirkulasi antara lain :
1. Mengawasi pintu masuk/keluar perpustakaan.Pendekatannya petugas harus waspada,ramah,bersahabat namun tegas.
2. Pendaftaran anggota, perpanjangan keanggotaan, pengunduran diri keanggotaan.
Menyerahkan format keanggotaan .
3. Meminjamkan serta menerima pengembalian buku, memperpanjang waktu peminjaman. Bila anggota ingin meminjam buku baru,anggota berhubungan dengan bagian sirkulasi. Bila mengembalikan buku,petugas harus memeriksa apakah ada keterlambatan atau tidak .Bia terjadi keterlambatan, petugas harus memeriksa berapa lama keterlambatan tersebut serta berapa dendanya. Petugas juga harus mengurus perpanjangan waktu peminjaman buku. Lazimnya buku boleh diperpanjang dua kali periode.Bila ada buku yang ingin dipinjam tetapi masih dipinjam orang lain, petugas perlu membuat daftar catatan (tandon), bila masuk buku tidak boleh diperpanjang.
4. Menarik denda bagi buku yang terlambat dikembalikan. Petugas menghitung kemudian anggota diminta membayar denda. Tanda terima pembayaran denda bisa dibuatkan.
5. Mengeluarkan surat peringatan tergantung kebijakan perpustakaan.
6. Tugas yang berkaitan dengan buku hilang/rusak. Bila buku hilang, maka anggota yang bersangkutan harus mengganti dengan buku yang sama. Bila buku yang hilang tidak dapat diganti, anggota tersebut harus membayar ganti rugi sebesar harga buku pada nilai pasar. Bila buku rusak maka buku disisihkan/serahkan kebagian perbaikan buku.
7. Bertanggung jawab untuk point a-f
8. Mengawasi urusan penitipan tas
9. Tugas tambahan : -mengembalikan buku ke rak semula setelah dipinjam
-jasa referensi : melayani anggota yang membaca buku
referensi (buku yang hanya dibaca ditempat).
10. Mengisi daftar peminjaman pada buku peminjaman.seperti ini :
No.Urut Kode Buku Judul Buku Nama Peminj. Tgl Tgl Paraf Petugas Pinj. Kemb
2. Layanan Teknis
Pelayanan teknis meliputi kegiatan pembinaan koleksi perpustakaan yang terbagi atas :
a. pemilihan ,pengadaan buku dan inventarisasi buku.
Syarat pemilihan buku :
- Isi karangan berbobot, bahasa yang baik,cetakan yang jelas. Juga harus ditampung usul-saran masukan baik dari angket,wawancara dan sebagainya sesuai kebijakan badan induk.
- Jenis koleksi yang lebih menarik minat baca.
- Penambahan jumlah eksemplar (copy ) setelah buku pernah dipinjam (sesuai kebutuhan
Pengadaan Buku dilaksanakan dengan membeli, meminta sumbangan dan mendapat hadiah atau tukar menukar. Setelah ditentukan buku mana yang ditentukan (judul,banyaknya) akan. Alat bantu untuk penyajian ini memakai slip pemilihan buku yang dapat dikirim ke spesialis/pakar yang diberi wewenang untuk menyetujui/tidak usulan tersebut yang disertai surat permohonan dari perpustakaan ,contohnya seperti ini.
No.Urut Klas Judul Buku Pengarang Penerbit Harga Eksemplar Pilihan S/TS/T
Selanjutnya setelah buku-buku tersebut tersedia, maka informaasi tentang buku-buku tersebut dapat dimasukan kedalam buku induk. Buku yang diterima perpustakaan bersama faktur diperiksa dan dicocokan dengan daftar pemesanan. Bila sesuai dengan faktur, buku beserta slip pemesanan buku diserahkan kepada yang bertanggung jawab atas pengolahan buku untuk dicap inventaris dan cap perpustakaan.
Tugas utama setiap perpustakaan ialah membangun koleksi yang kuat demi kepentingan pemakai. Kualitas jasa yang dibuat demi kepuasan pemakai tergantung pada tersedianya koleksi perpustakaan. Betapapun baiknya staf perpustakaan, dia tidak akan berdaya bila koleksi yang tersedia tidak mendukungnya. Tujuan tersebut baik, tetapi harus disesuaikan dengan anggaran yang tersedia maupun kendala lainnya.
Contoh format buku induk inventaris ;
Tanggal Nomor Induk Pengarang Judul Edisi Penerbit Th Agen Harga Ket.
Bila seorang pemakai perpustkaan menghilangkan buku berdasar catatan yang ada dibuku induk si pemakai wajib mengganti dengan buku yang sama atau menggantinya dengan sejumlah uang.
b. Pengolahan Koleksi
Setelah buku-buku ditulis dalam buku inventaris, maka buku-buku tersebut telah resmi menjadi milik perpustakaan yang bersangkutan. Selanjutnya buku-buku itu diolah dengan kegiatan klasifikasi dan katalogisasi untuk kemudian diatur di rak perpustakaan.
Klasifikasi adalah " Pengelompokan yang sistematis dari sejumlah obyek, gagasan, buku atau benda-benda lain kedalam kelas atau golongan tertentu berdasar ciri-ciri yang sama. Di dalam klasifikasi bahan pustaka dipergunakan penggolongan berdasarkan ciri-ciri tertentu. Misalkan oleh karena bentuk fisik yang berbeda, maka menempatkan buku perpustakaan dipisahkan daripada surat kabar,majalah, piringan hitam, microfilm dan slides. Adapula penggolongan berdasar penggunaan bahan pustaka seperti koleksi buku anak-anak atau buku bacaan ringan. Akan tetapi yang menjadi dasar utama penggolongan koleksi perpustakaan yang paling banyak dipakai adalah penggolongan berdasar isi atau subyek buku.
Sebelum kita menempatkan suatu bahan pustaka (buku) pada kelas atau penggolongan yang sesuai, kita perlu mengetahui lebih dahulu subyek apa yang dibahas dalam buku itu, sudut pandang yang dianut oleh penulisnya dan bentuk penyajiannya. Sayangnya hal itu tidak selalu mudah dilaksanakan dalam praktek, sehingga perlu mengetahui dan mempelajari bagaimana cara membaca buku secara teknis. Beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :
1) Judul buku kadang-kadang dengan mudah memberikan petunjuk tentang apa isinya, misalnya matematika modern, Pengantar Ekonomi, akan tetapi sering juga yang tidak jelas (bahkan membingungkan ) sehingga perlu diadakan pemeriksaan lebih lanjut. Buku denhgan judul seperti Habis Gelap Terbitlah Terang tidak dapat kita tentukan subyeknya begitu saja tanpa meneliti buku itu untuk memperoleh keterangan atau petunjuk lebih jelas misalnya judul tambahan,judul seri, dan melalui cara-cara yang disebutkan dibawah ini.
2) Daftar isi sebuah buku, apalagi yang cukup terperinci biasanya merupakan petunjuk yang dapat dipercaya tentang subyek buku itu.
3) Apabila dari daftar isi tidak jelas , atau tidak ada daftar isi,bibliografi atau sumber yang dipakai untuk menyusun buku itu dapat memberikan petunjuk yang bermanfaat.
4) Bacalah sepintas lalu Kata pengantar atau Pendahuluan buku itu yang biasanya memberikan informasi tentang sudut pandangan penulis tentang subyeknya,ruang lingkup persoalannya, untuk pembaca yang bagaimana buku itu ditulis dan keterangan lain yang berguna untuk mengklasirnya.
5) Apabila keempat langkah tersebut diatas belum memadai untuk menentukan subyek buku itu, maka kita terpaksa harus membaca sebagian teks buku itu atau mencari sumber informasi lain seperti bibliografi katalog penerbit, timbangan buku pada majalah ilmiah dan buku referens lainnya, bahkan meminta pertolongan dari orang yang ahli.
Disamping itu masih ada kesulitan lain lagi yaitu banyak pengarang yang membahas dua subyek atau lebih dalam sebuah buku, membahas dua aspek atau lebih dari satu subyek(lebih dari satu disiplin ilmu )
Klasifikasi dimaksudkan pengelompokan buku atau bahan pustaka menurut isinya. Tujuannya adalah untuk memudahkan bila hendak mencari buku tersebut. Buku yang sudah dikelompokkan disusun dalam satu susunan yang pengerjaannya sebagai berikut :
- koleksi yang sudah di inventaris dikelompokkan menurut bidang ilmu masing-masing ( buku referensi atau buku ilmu pengetahuan)
meneliti subyek buku dengan berpedoman pada klasifikasi. Secara umum perpustakaan memakai system DDC (Dewey Decimal Classification).
Umumnya nama perpustakaan dan nama pengarang buku disertakan. Dalam pengisian kartu buku melihat pada daftar klasifikasi yang baru disusun/didaftar untuk nomornya. Kartu buku diisi sesuai dengan isian yang tertera. Nomor inventaris juga dapat disertakan.Selanjutnya kartu buku diselipkan pada kantong buku yang dipasang dihalaman kosong terakhir isi buku. Buku siap disampul cover plastik agar tidak cepat rusak dan siap untuk rencana diletakkan pada kelompoknya. Halaman kedua/ketiga judul diberi kode nomor subyek dan nomor inventaris.
Langkah selanjutnya buku yang telah selesai didata tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam katalog (ada beberapa pembagian katalog yaitu katalog subyek,pengarang, judul, dan biasanya dibuatkan kartu katalog beserta alamari katalog).
Katalog ini berguna untuk mengetahui buku apa saja yang dimiliki perpustakaan, sedangkan tujuan pembuatan katalog adalah :
- orang menemukan buku berdasarkan pengarangnya,judulnya/ subyeknya.
- Menunjukkan buku yang dimiliki perpustakaan
- Membantu dalam pemilihan buku, berdasar edisinya, karakternya.
- Membantu penelusuran sumber yang dicari
c. Penyusunan dan Pemeliharaan
Pengaturan buku dirak (shelving). Buku diatur di rak dengan baik dan teratur sehingga waktu pemakai dapat dihemat. Karena itu buku di perpustakaan disusun dalam berbagai koleksi/urutan memenuhi kebutuhan pemakai, contoh :
- buku teks (pengajaran ), buku referensi, majalah, khusus ( buku langka,mahal,mini), skripsi, pustaka non buku : kaset dsb.
Penempatan buku di rak dilakukan untuk :
1) buku yang memerlukan koreksi/ perbaikan
2) buku yang diterima dari bagian penjilidan
3) buku untuk keperluan khusus
4) buku baru.
Bila label buku copot,kabur tulisannya, perlu segera diperbaiki. Juga bila pemakai menempatkan buku yang salah pada tempatnya., maka pustakawan melakukan pembetulan letak buku.Dalam pemeliharaan dan pemeriksaan koleksi di rak ada kegiatan penghitungan kembali buku milik perpustakaan dalam arti adalah pemeriksaan fisik terhadap buku yang tercatat sebagai milik perpustakaan ( stok opname). Hal ini dinamakan verivikasi koleksi. Dilakukan karena buku dapat hilang, rusak atau salah tempat.
Sekretariat/Administrasi
Kegiatan sekretariat harus membantu pelayanan sirkulasi dan teknis. Dari sirkulasi seperti pembuatan surat peringatan, pembuatan surat permohonan pemilihan buku ke badan induk. Penyimpanan berkas/file laporan keuangan,statistik, kegiatan. Penyiapan/ pembuatan kartu anggota perpustakaan, pengisian biodata peminjam di buku induk anggota. Atau hal-hal yang berhubungan dengan penyiapan format-format isian.
Promosi/ Publisitas
Untuk mengenalkan serta memasarkan jasa perpustakaan tidak cukup hanya membangun jasa informasi serta mengharapkan umum untuk datang dan akan memenuhi perpustakaan. Memang ada orang yang memiliki rasa ingin tahu yang cukup besar, tetapi biasanya mereka hanya segelintir orang saja. Promosi dapat dilakukan dengan cara seperti berikut ini :
a. nama dan logo perpustakaan
b. poster dan leaflet
c. pameran
d. media dan video
e. ceramah
f. iklan
Nama logo perpustakaan (jika ada) untuk mudah mengingat akan jasa perpustakaan bagi pemakai. Juga poster dan leaflet cara sederhana dan efektif mempromosikan jasa informasi perpustakaan. Poster yang dibuat hendaknya mencantumkan nama jasa, alamat, telepon, jam buka, jasa apa yang ada serta ditujukan untuk siapa saja. Pameran buku merupakan sarana penyampaian informasi kepada umum dalam jumlah besar. Pameran hendaknya bersifat visual ( disertakan foto jasa perpustakaan ) dan pustakawan dapat memberikan jasa ditempat (nasihat informasi ). Juga ada pameran koleksi buku atau koleksi yang bertepatan dengan perayaan ( hari kemerdekaan misalnya) maupun tema tertentu.
Statistik Perpustakaan
Untuk menjaga keefektifan jasa pepustakaan maka diperlukan adanya sarana pemantauan jasa perpustakaan. Cara ini tergantung kepada waktu dan sumber daya yang tersedia. Metode yang lazim dipakai untuk pemantauan ialah statistik. Statistik (informasi kuantitatif ) dapat meliputi jumlah anggota, buku-buku yang sering dipinjam, jumlah koleksi yang dibeli/hadiah dan lain sebagainya. Pustakawan menggunakan statistika untuk keperluan :
1) Laporan tahunan
2) Mengukur efesiensi berbagai seksi atau masing-masing pustakawan
3) Menyusun rencana & jasa perpustakaan misalnya membuka ruang khusus untuk anak, memperpanjang jam buka perputakaan.
4) Memperkuat alasan menunjang penambahan anggaran dan tenaga
5) Menyajikan keberhasilan perpustakaan pada pemakai dan pimpinan.
Bentuk laporan bisa beragam, misalnya tabel, grafik, diagram, dan lain-lain.
Sistim Layanan
Perpustakaan yang memberikan pelayanan dengan sistim terbuka memungkinkan setiap pengunjung yang datang untuk secara bebas masuk, mencari dan memilih serta mengambil sendiri buku yang dikehendaki dari rak yang ada. Bila buku tertentu akan dipinjam, buku tersebut diambil dan dibawa ke bagian yang melayani peminjaman. Sebaliknya, perpustakaan dengan system tertutup tidak mengijinkan setiap pengunjung masuk dan mengambil buku, tetapi petugaslah yang mengambilkan buku untuk pengunjung/peminjam.
Peraturan Peminjaman
Setiap anggota perpustakaan yang berhak menggunakan fasilitas peminjamanan buku harus memenuhi beberapa ketentuan umum, antara lain :
1) Bagi yang ingin meminjam buku untuk dibawa pulang, perlu memiliki kartu anggota, yang sekaligus sebagai kartu peminjaman.
2) Jumlah buku yang dipinjam ditetapkan paling banyak dua eksemplar dengan batas waktu peminjaman dua minggu, yang dapat diperpanjang dengan terlebih dahulu melaporkan pada petugas.
3) Keterlambatan pengembalian buku akan dikenakan denda menurut lamanya keterlambatan.
4) Peminjam wajib menjaga dan memelihara buku yang dipinjam dan bertanggung jawab terhadap kehilangan/kerusakan buku yang dipinjamnya.
5) Peminjam dilarang membubuhkan coretan,melipat,merobek bagian buku.
6) Peminjam ttidak diperkenankan memindah tangankan buku yang dipinjam kepada orang lain.
7) Buku-buku referensi hanya boleh dibaca di ruang perpustakaan dan tidak diperkenankan untuk dibawa pulang. Terkecuali dengan suatu perjanjian.
DAFTAR PUSTAKA
- Sulistyo Basuki, Pengantar Ilmu Perpustakaan, Gramedia,1993
- Larasati Milburga, Dra, Membina perpustakaan sekolah, Kanisius, 1994.
- Towa P. Hamakorda, Drs, Pengantar Klasifikasi Persepuluhan Dewey, BPK,1991
- Genore H.Bernhard,How to Organize and Operate a small Library, Highsmith Pub, hal
31-34, 1980.
- Kalangie-Pandey, Prof.DR.A.A.M., Makalah Pelatihan Dasar Perpustakaan Gereja, Sekolah
Tinggi Teologi Jakarta, 2004.
- Perpustakaan Manna, GKI Bogor. Ringkasan Bahan Pelatihan Perpustakaan Gereja, GKI
Bogor, 2008.
- Perpustakaan Gereja Kristus Bogor. Standard Operation Procedure for Library, Gereja Kristus
Bogor, 2005.
Kami merekomendasikan juga alamat-alamat website di bawah ini :
Bahasa Indonesia:
Belajar Coaching
Doa
Internet Bisnis
Konseling Kristen
NTT dan Flores
Perpustakaan
Teologi untuk Semua
English:
Agape Ministry
Internet Business
Let Us Pray
Soil Surveyor
The Power of Purpose
Pak Dana | Create Your B
Tidak ada komentar:
Posting Komentar